Kamis, 11 Juni 2009

Sunan Kalijaga

Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (’kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede – Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

nama-nama Walisongo :
1. Sunan Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Giri
4. Sunan Bonang
5. Sunan Kali Jaga
6. Sunan Gunung Jati
7. Sunan Drajat
8. Sunan Kudus
9. Sunan Muria

di tambah lagi wali yang paling kontroversial yaitu :
syekh Siti Jenar

sumber :http://swaramuslim.net/galery/islam-indonesia/index.php?page=walisongo
sumber gambar :http://respati.at.ua/_pu/0/63928.jpg

Avicenna

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Karya Ibnu Sina, fisikawan terbesar Persia abad pertengahan , memainkan peranan penting pada Pembangunan kembali Eropa. Ibnu Sina, Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا) sering dilatinkan Ibnu Sina adalah seorang Persia, fisikawan, filosofis, dan ilmuwan yang lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Awal Kehidupan
Kehidupannyan dikenal lewat sumber – sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.

Meskipun bermasalah besar pada masalah – masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku – bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan – kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata – katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak dikenal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode – metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa “Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat – obat yang sesuai.” Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.

Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh – musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk menulis beberapa karya paling awalnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju keruntuhannya pada Desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan. Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui distrik Nishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu opening untuk bakat – bakatnya. Shams al-Ma’äli Qäbtis, sang dermawan pengatur Dailam, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri idmana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

kHANZA

Islam meletakkan wanita di tempat yang patut. Dia adalah
pemimpin rumah tangga dan pelaksana urusan serta penanggungjawabnya.
Orang laki-laki membantunya dalam urusan itu, sedang dia membantu
orang laki-laki dalam urusan selain itu. Adapun kemerdekaannya, maka
hal itu tampak dalam kemerdekaan perkawinan dan kebebasan menyatakan
pendapatnya. Itu adalah urusan haknya. Tidak seorang pun boleh meram-
pas haknya untuk berpendapat atau melanggar izinnya. Kemerdekaannya
dalam hal itu lebih jauh jangkauan dan lebih sempurna kedudukannya
daripada orang laki-laki.

Apabila dia menikah dengan seorang laki-laki, kemudian orang
laki-laki itu tidak menyukai lalu meninggalkannya sebelum menggauli,
maka baginya setengah dari mahar. Jika dia meninggalkannya sesudah
menggauli, maka isteri berhak atas mahar seluruhnya. Suami tidak boleh
berkata : Nasab itu derajatnya di bawah aku. Semua wanita sepadan
dengan laki-laki, hanya ketakwaannya saja yang menentukan perbedaan
derajat di sisi Allah SWT.

Wanita boleh memutuskan ikatan perkawinan, jika dia tertipu
atau dipaksa melakukannya. Orang laki-laki tidak boleh memaksanya
menikah dengan laki-laki yang tidak disukainya. Rasulullah SAW telah
membatalkan pernikahan Khansa’ binti Khidzam Al-Anshariah, karena
ayahnya menikahkan, sedang dia tidak suka.

Khansa’ binti Khidzam adalah dari Bani Amru bin Auf bin Aus.
Dia berjumpa dengan Nabi SAW ketika beliau datang ke Madinah. Pada
waktu itu Khansa’ masih kecil dan mendengar tentang Nabi SAW. Dia
lalu dipinang oleh dua orang : Yang pertama adalah Abu Lubabah Ibnul
Mundzir, seorang pahlawan tersohor di antara para shahabat Rasulullah
SAW. Sedang kedua adalah seorang laki-laki dari Bani Amru bin Auf,
familinya. Dia lebih menyukai Abu Lubabah, sedangkan ayahnya memilih
putera pamannya. Kemudian sang ayah tetap melangsungkan pernikahannya
tanpa memperdulikan persetujuan puterinya.

Maka pergilah Khansa’ kepada Rasulullah SAW dan berkata :
“Ayahku telah memaksaku untuk menikah dan tidak mempedulikan perasaan-
ku.” Maka Nabi SAW bersabda kepadanya :”Tidak sah nikahnya. Nikahilah
orang yang engkau kehendaki.” [Sahih Bukhari, juz 7 halaman 18 dan
Al-Ishaabah juz 8, halaman 65]. Kemudian dia menikah dengan Abu Lubabah.

Para muhaddis berselisih tentang keadaannya ketika dia menikah.
Dalam riwayat Muwaththa’ dan Ats-Tsauri disebutkan, bahwa dia masih
perawan. Dalam riwayat Bukhari dan Ibnu Sa’ad disebutkan, bahwa dia
sudah janda dan berkata :”Wahai, Rasulullah, sesungguhnya paman anakku
lebih aku sukai.” Maka Nabi SAW menyuruhnya memilih. Syamsul Aimmah As-
Sarkhasin meriwayatkan dalam Al-Mabsuth hadits Khansa’ binti Khidzam
dengan versi berikut : Khansa’ berkata :”Ayahku menikahkan aku dengan
putera saudaranya, sedangkan aku tidak menyukai hal itu.” Maka Nabi SAW
menjawab :”Setujuilah apa yang diperbuat ayahmu.” Aku berkata :”Aku
tidak menyukai apa yang dilakukan ayahku.” Nabi SAW bersabda :”Pergilah.
Nikahnya tidak sah. Nikahilah orang yang engkau sukai.” Khansa’ berkata :
“Aku setuju dengan apa yang dilakukan ayahku, tetapi aku ingin semua
orang mengetahui, bahwa para ayah tidak boleh sewenang-wenang dalam
urusan puteri-puteri mereka.” Penulis Al-Mabsuth berkata :”Nabi SAW
tidak mempersalahkan perkataannya itu.” [Al-Mabsuth juz 5, halaman 2]

Pembicaraan tentang Khansa’ beralih pada pembicaraan tentang
Bariroh. Siapakah Bariroh itu ? Dia adalah sahaya perempuan dari Haba-
syah yang dimiliki oleh Utbah bin Abu Lahab. Dia mengawinkannya dengan
sahaya laki-laki Mughirah. Tidaklah dia menyukainya, kalau boleh dia
memilih. Maka Ummul Mu’minin Aishah r.a. merasa kasihan, lalu membeli
dan membebaskannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadanya :”Engkau
telah menguasai dirimu, maka pilihlah.”

Suaminya berjalan di belakangnya sambil menangis, sementara
Bariroh menolaknya. Maka Nabi SAW bersabda kepada para shahabatnya :
“Tidakkah kalian merasa heran atas cintanya yang sangat kepada isterinya
dan kebencian sang isteri kepada suaminya ?” Kemudian beliau bersabda
kepada Bariroh :”Takutlah kepada Allah, karena dia adalah suami dan ayah
anakmu.” Bariroh berkata :”Apakah engkau menyuruhku ?” Nabi SAW menjawab:
“Sesungguhnya aku adalah pemberi syafa’at.” Bariroh berkata :”Kalau begitu,
aku tidak membutuhkannya.” [Al-Mabsuth, juz 5, halaman 99 yang disusun
oleh Syamsul Aimmah As-Sarakhasii, salah satu Imam Hanafiah dan kadhi
terkemuka]

Apakah orang-orang merasa heran setelah itu, melihat penentangan
wanita-wanita Arab terhadap kesewenang-wenangan para bapak dan wali mereka?
Betapa banyak kejahatan dilakukan dengan sebab pengabaian pendapat anak-
anak perempuan dan karena mereka dinikahkan dengan laki-laki yang tidak
sepadan dalam hal tabiah dan akhlaq, demi mengejar materi dan mengharapkan
harta suami.

Tidakkah para bapak mengingat penderitaan psikologis dan jasmani
yang dialami oleh anak-anak perempuannya itu ? Inilah seorang wanita muda
yang dikawinkan ayahnya tanpa izin. Dia menulis surat kepada ayahnya :

Wahai, Ayahku, engkau aniaya aku dan
engkau timpakan cobaan padaku
dan engkau serahkan diriku ke tangan
orang yang menghinakannya
Wahai, Ayahku, kalau tidak takut dosa
tentulah engkau telah didoakan yang
dikabulkan karena kesalahanmu.

Seorang wanita lain berkata ketika ayahnya mengawinkannya dengan
putera pamannya :

Sungguh mengherankan wanita cantik
yang dikawinkan dengan seorang tua;
Ia menyuruhnya kawin dengan orang itu
karena masih kerabatnya. Hati-hatilah wanita cantik
terhadap putera pamannya.

Wallahu a’lam bishowab.

Jumat, 20 Februari 2009

Jamu MILIHERBA

Jamu miliherba adalah suatu formula jamu yang dibuat dari bahan alami ( bagian tanaman / ekstrak tanaman ) dalam dosis milligram . Dengan dosis kecil ini khasiat jamu dapat memperbaiki / meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh.

Tanaman yang digunakan berupa sayuran sehari-hari dan tanaman lain yang mudah didapat. Dasar pembuatan jamu miliherba Sriana Aziz adalah ; Insyaallah semua penyakit ada obatnya dan dengan dosis kecil , efek jamu akan meningkatkan keseimbangan tubuh. Menurut S Hahnelman M D ( 1796 ); penggunaan bahan obat dalam dosis kecil akan bekerja meningkatkan keseimbangan tubuh ( homeopati ).

Tanaman obat Indonesia telah banyak digunakan dan dibudidayakan oleh bangsa lain baik di Eropah, Amerika, Australia dan Cina sedang di Indonesia sendiri diabaikan. Produsen jamu Indonesia cenderung menggunakan bahan baku jamu dari luar negeri untuk jamu-jamu tertentu, misalnya Ginko biloba, Ginseng, Jamur linci dsb. Sebenarnya tanaman tersebut dapat diganti dengan bunga teleng ( Clitoria ternatea ) yang sudah diteliti di luar negeri dan dapat digunakan sebagai tonik otak . Ginseng dapat diganti dengan samrego atau pasak bumi atau som jawa ( tallinum paniculatum ).

Meskipun telah diketahui khasiat herba secara empiris, ada diantara tanaman obat yang sangat beracun dan telah dilakukan penelitian secara pre klinis pada berbagai tumbuhan. Masih ditemukan kadang-kadang ada penetapan dosis beberapa jamu sangat tinggi, mendekati LD-50 . Oleh karena itu sebaiknya ada buku panduan herba yang aman untuk jamu oleh Pemerintah, sehingga masyarakat tidak latah saja menggunakan herba yang sangat beracun untuk jamu. Dalam penggunaan obat tradisional ada juga masyarakat yang pergi berobat pada orang "pinter" yang tidak jelas kemampuannya dan sering kali terjadi keracunan. Misalnya penggunaan jus (juice) rebung mentah yang dapat menimbulkan kematian karena rebung mentah mengandung HCN. Pada umumnya rebung digunakan untuk sayur setelah dicuci dan digodok sehingga HCN nya menguap. Demikian pula memakan daun katuk mentah setiap hari selama 7 bulan dapat menimbulkan keracunan bronkhiolitik yang permanen.

Penggunaan jamu dalam bentuk miliherba adalah terobosan baru sebagai aktif faktor untuk meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh. Jamu dalam dosis kecil ini belum berkembang di Indonesia tapi bentuk obat homeopati ( obat dengan dosis kecil ) telah sukses di Perancis, Jerman, India, Amerika Latin, Inggris, Australia dan Amerika. Sejak tahun 1998 telah dilakukan penelitian dalam proses pembuatan dan pemanfaatan formula jamu miliherba dan sampai saat ini telah dihasilkan 31 formula jamu miliherba . Sesuai dengan filosofi homeopati bahwa uji obat homeopati tidak perlu dilakukan uji-coba pada binatang, tapi langsung pada manusia karena dosisnya sangat kecil dengan jumlah sample 100 orang. Penelitian ini merupakan penelitian pribadi dan pada uji kasus dikatakan sembuh bila gejala hilang dan sebagian pasien memeriksakan diri ke laboratorium. Hasilnya keberhasilan obat ini( jamu miliherba ) lebih dari 90 % dan kegagalan disebabkan karena putus obat atau beralih ke obat lain.

Penemuan ini telah dipatenkan pada Direktorat paten dengan judul Proses Pembuatan dan Pemanfaatan 5 formula Jamu Naturopati-Homeopati dengan nomor paten P00200400356.

Satu macam jamu miliherba menggunakan lebih dari 30 jenis bahan herba yang tidak beracun atau tumbuhan dengan dosis kecil ( milligram ) sebagai aktif factor untuk meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh. Penggunaan obat tradisional miliherba -

untuk pengobatan (kuratif )cara pakainya adalah 3 kali sehari 1-2 kapsul sedangkan untuk pencegahan (preventif ) setiap hari 1 kapsul . Bobot 1 kapsul = 350 mg , dibanding dengan jamu serbuk umumnya beratnya 7 gram per bungkus (1/20 kali ).

Proses pembuatan jamu miliherba .

Pembuatan jamu miliherba terdiri dari 10 jenis herba sebagai bahan utama, 3-5 jenis herba untuk meningkatkan khasiat atau meningkatkan bioavailability dan 15 jenis herba sebagai pengencer untuk sinergistik,vitamin dan mengurangi efek samping. Semua herba dalam formula secara empiris mempunyai khasiat yang sama. Semua herba yang telah dicampur, dikeringkan dengan sinar matahari kemudian dilanjutkan dengan pemanasan 40-50 Oc sampai kering, lalu dihaluskan dan selanjutnya dimasukkan kedalam kapsul nomor 0 Berat per kapsul sekitar 340 - 350 mg.

Tumbuhan yang digunakan.

Tumbuhan yang digunakan terdiri dari sayuran dan tumbuhan obat lain disekitar kita dan tidak beracun antara lain :

a. Sayuran dan bumbu .

Seledri ( apium graveolen), kangkung ( ipomoea aquatica ), koro ( dolichos lablab ) , labu siam ( sechium edule ), labu putih ( legenaria sicerata ) , oyong ( luffa acutangula ), terong ( solanum actangula ), leunca ( solanum nigrum ), jeruk nipis ( citrus aurantium ), wortel ( daucus corota ), bawang putih ( allium sativum ), kedelai ( glycine max ), kacang hijau ( phaceolus aureus ), pisang biji ( musa para disiaka ), labu merah ( cucurbita moschata ) , jagung ( Zeamays ), ketumbar ( coriandrum sativum ), wijen ( sesamum indicum ) dll.

b. Tanaman obat .

Kunyit ( curcuma domestica ), kunyit putih ( curcuma zedoaria ), temu mangga ( curcuma mangga ) , lengkuas ( alpinia galanga ), temu giring ( curcuma heyneana ), cabe jawa (piper retrofactum ), meniran ( phylanthus niruri ) , adas ( foeniculum vulgarae ), brotowali ( tinospora crispa ), lempuyang wangi ( zingiber aromaticum ), masoyi (masoia aromatic ), babakan pule ( alstonia scholaris ), kuci pepet ( kaemferia angustifolia ), asam jawa ( tamarindus indica ) , sambiloto ( andrographis paniculata ), kencur (kaemferia galanga ) , secang ( caesalpenia sappan ), kayu manis ( cinnamomum burmanii ), daun ungu ( graptophyllum pictum ), jambu biji ( psidium guayava ),benalu (scurrula atropurpuria ), som jawa ( tallinum paniculatum), jati belanda ( guazoma ulmifolia ), pace ( morinda citrifolia), sirih ( piper bettle ) dll.

Sediaan jamu miliherba yang telah tersedia.

1. Pasegar / Viagra Madura.
  • Khasiat : Kuat segar pria , nyeri sendi .
  • Kandungan : Zingiber of , Piper Kaemferia, dll



2. Masegar / Sari rapat Madura.
  • Khasiat : Kuat segar wanita, sari rapet, keputihan, dll.
  • Kandungan : Curcuma sp, parameria, piper , dll.



3. Pamasegar .
  • Khasiat : Kolesterol, hipertensi , diuretic trigliserida,daya tahan tubuh.
  • Kandungan : Apium, Zea mays, Allium dll.



4. Zingu batuk .
  • Khasiat : Asma , batuk sinusitis, radang tenggorokan, amandel.
  • Kandungan : Euphorbia, Zingiber of , Syzgium Kaemferia , dll.



5. Turium Kanker / Tumor.
  • Khasiat : Mencegah kanker/ tumor, keputihan parah, daya tahan tubuh
  • Kandungan : Curcuma sp, Vinca brucea, Solanum p. dll.



6. Mengkudu /Pace Noni .
  • Khasiat : Diabetes hepatitis, hipertensi, reumatik singset daya tahan tubuh.
  • Kandungan : Morinda citrifolia, dll.



7. Avisingset.
  • Khasiat : Langsing, lancar buang air kecil dan besar.
  • Kandungan : Curcuma H, Mangifera, Apium, dll.



8. Vina diabet
  • Khasiat : Kencing manis kolesterol, trigliserida, nyeri sendi-otot.
  • Kandungan : Glycin, Vinca, cucibitae, dll.



9. Curium hepar .
  • Khasiat : Hepatitis, Sirosis, batu empedu.
  • Kandungan : Curcuma sp, alstonia, phylantus dll.



10. Pentabatugin.
  • Khasiat : Fungsi ginjal, ginjal bocor, batu ginjal, diuretic
  • Kandungan : Sonchus, Strobilantus, anona dll.



11. Perumgesik.
  • Khasiat : Nyeri, keropos tulang, asam urat, reumatik
  • Kandungan : Carium syzgium, Zingiber , dll.



12. Antidot narkotika.
  • Khasiat : Antidot, perokok, alcohol, sakau , meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Kandungan : Zea mays, durio anona, dll.



13. Paska lahir .
  • Khasiat : ASI, sari rapat, bau badan, vitamin, pembersih darah.
  • Kandungan : Curcuma r, alpina, rheum p, dll.



14. Cariumtonik.
  • Khasiat : Nafsu makan, kembung, vitamin.
  • Kandungan : Curcuma sp, Andro graphis, dll.



15. Penta subur .
  • Khasiat : Penyubur, kandungan sehat, menopause.
  • Kandungan : Glycerrizae, Curcuma sp, Zea mays , dll.



16. Ngukurwasir.
  • Khasiat : Ambeien, sembelit, sariawan, maag, varices, dll.
  • Kandungan : Graptophyllum, Cassia F , Acalypha, dll.



17. Ngukurmaag .
  • Khasiat : Maag, kembung, kolik, saraiwan.
  • Kandungan : Curcuma sp, Pachyresus Soya, dll.



18. Psingudiar.
  • Khasiat : Diare, diare tak spesifik, kembung.
  • Kandungan : Psidium Curcuma, Phaseolus , dll.



19. Skuaprostata.
  • Khasiat : Prostat, diuretic, air seni mampet, kanker kandung kemih/ prostat, dll.
  • Kandungan : Annona, Imperata, Reum, Luffa, dll.



20. Tonik otak.
  • Khasiat : Kecerdasan , Autis, pikun, debil, kejiwaan.
  • Kandungan : Clitoria, Eclipta, Centella, dll.



21. Tonik jantung.
  • Khasiat : Tonik jantung, kolesterol, hipertensi .
  • Kandungan : Cinnamomi, Coriandri, Sechium , dll.



22. Kunyit putih.
  • Khasiat : Mencegah kanker, tiroid, maag, kembung , daya tahan tubuh.
  • Kandungan : Curcuma sp, dll.



23. Anti alergi.
  • Khasiat : Allergi kulit, exceem, psoriasis, jerawat.
  • Kandungan : Centella, Artocarpus, Tinospora, dll.



24. Antiinfeksi.
  • Khasiat : Tifus, pilek, campak, gondongan.
  • Kandungan : Solanum legenaria, Andrographis, dll.



25. Tambah darah .
  • Khasiat : Thalassemia, anemia, kelainan darah, darah kental, demam berdarah.
  • Kandungan : Gynura, Hemigraphis, Amaranthus, dll.



26. Leukemia / HIV.
  • Khasiat : Leukemia, HIV, lupus.
  • Kandungan : Allium, Zea mays, Vinca , dll.



27. Tonik mata.
  • Khasiat : Tonik mata + / _ , silinder, glaucoma, katarak.
  • Kandungan : Abrus, Daukus, Ocimum, dll.



28. Skolaria.
  • Khasiat : Malaria, anti infeksi, kram perut, lever.
  • Kandungan : A Scholaria, A Paniculata,, dll.



29. Centelosis.
  • Khasiat : TBC, batuk, flu, lepra, anti infeksi.
  • Kandungan : Centella a., Andrographis, Abrus p, dll.



30. Kokomitrizin Mn.
  • Khasiat : Antioksidan, antinyeri.
  • Kandungan : Ol.cocos, Ol. Myristizin, Ol. Sesami, dll.



31. Kokomitrizin .
  • Khasiat : Anti nyeri, reumatik, jerawat, luka , stroke.
  • Kandungan : Ol.cocos, Ol.myristizin, Ol. Sesami, dll.

Prospek Tumbuhan Indonesia dalam Kesehatan dan Permasalahannya

Usia penggunaan bahan alam (tumbuhan, hewan dan mineral) oleh manusia sebagai obat, diperkirakan sama dengan usia peradaban manusia itu sendiri, dari catatan sejarah dapat dibaca bahwa fitoterapi atau terapi menggunakan tumbuhan dan juga terapi menggunaan bahan alam lain telah dikenal oleh masyarakat sejak masa sebelum masehi.

Sejarah awal kenapa suatu tumbuhan digunakan sebagai obat adalah sulit untuk ditelusuri, tapi meskipun demikian ada pendapat bahwa suatu tumbuhan digunakan sebagai obat didasarkan pada tanda-tanda fisik (bentuk, warna, rasa) yang ada pada tumbuhan atau bagian tumbuhan tersebut, dan tanda-tanda tersebut diyakini berkaitan dengan tanda-tanda penyakit atau tanda-tanda penyebab penyakit yang akan diobatinya, misalnya organ tumbuhan berbentuk seperti tahi cacing (buah Chenopodium), maka tumbuhan itu digunakan sebagai obat cacing, akar Raulwolfia bentuknya seperti ular, maka secara tradisional digunakan sebagai obat digigit ular, rebung bambu kuning dipakai sebagai obat penyakit kuning, dan tumbuhan yang rasanya pahit dianggap bisa menetralkan kencing manis. Pengetahuan penggunaan tumbuhan tersebut sebagai obat disampaikan dari orang ke orang, kemudian dari keluarga ke keluarga, suku ke suku, generasi ke generasi dan akhirnya sampai era kita sekarang ini.

Bukti masa lalu yang berkaitan dengan adanya penggunaan bahan alam (terutama tumbuhan) sebagai obat terekam dalam berbagai dokumen seperti Huang Ti Nei Ching Su Wen (The Yellow Emperor's Medicine), Papyrus Smith, Papyrus Ebers, Ayurveda, yang ditulis pada masa jauh sebelum masehi, sementara itu di negeri kita sendiri, bukti adanya penggunaan bahan alam terutama tumbuhan sebagai obat pada masa lalu antara lain dapat ditemukan dalam naskah lama pada daun lontar "Husodo" (Jawa), "Usada" (Bali), "Lontarak pabbura" (Sulawesi Selatan), dan dokumen lain seperti Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang nDalem, dan juga pada dinding candi Borobudur dapat dilihat adanya relief tumbuhan yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya. Atau dari segi tokoh fitoterapi masa lalu kita kenal Hippocrates (459-370 SM), Dioscorides (40-80), Claudius Galeinus atau Galen (131-200 M), Ibnu Sina atau Avecena (980-1063 M).

ASAL OBAT-OBATAN

Dari daftar obat esensial yang dilaporkan WHO, dapat dilihat bahwa obat yang diperoleh secara sintetik mencapai 48,9%, berasal dari berbagai bagian tumbuhan 11,1%, hasil sintesis parsial 9,5%, asal mineral 9,1%, asal hewan 8,7%, asal jasad renik 6,4%, berupa vaksin 4,3%, dan berupa serum 2%.

PERMASALAHAN OBAT SINTETIK

Adalah suatu kenyataan, bahwa zat berkhasiat yang digunakan di Indonesia dalam pengobatan formal umumnya merupakan senyawa sintetik, dan umumnya bahan tersebut masih diimport, dan adalah suatu kenyataan juga bahwa di Indonesia ada ("pernah ada") industri zat berkhasiat secara sintesis (misalnya parasetamol), tapi perkembangannya kurang menggembirakan karena tersaingi oleh produksi negara lain yang harganya lebih murah dan juga karena bahan bakunya masih import.

Pada umumnya hambatan dalam pengembangan produksi bahan baku (zat berkhasiat) secara sintesis antara lain adalah (a) belum berkembangnya industri hulu, terutama industri kimia dasar yang menunjang industri zat berkhasiat, (b) produksi skala ekonomis sulit dicapai karena kebutuhan pasar dalam negeri relatif kecil, (c) pasar internasional zat berkhasiat termasuk bahan pemulanya dikendalikan oleh beberapa perusahaan multinasional, (d) biaya investasi relatif besar, karena pembuatan zat berkhasiat umumnya merupakan proses yang panjang.

POTENSI PASAR PRODUK TUMBUHAN

Pada saat ini produk hayati terutama tumbuhan obat telah digunalan oleh berbagai lapisan masyarakat dunia baik di negara berkembang atupun negara maju, dan WHO memperkirakan bahwa 80 % penduduk negara berkembang masih mengadalkan pemeliharaan kesehatan pada pengobatan tradisional, dan 85 % pengobatan tradisional dalam prakteknya menggunakan atau melibatkan tumbuh-tumbuhan, dan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap tumbuhan obat, WHO telah menerbitkan buku antara lain WHO Guidelines for the assessment of the herbal medicine, Quality control methods for medicinal plant material, WHO monographs on selected medicinal plants, dan pada buku yang ketiga memuat monografi tumbuhan obat yang setiap monografinya terdiri dari dua bagian yaitu (1) spesifikasi berkaitan dengan jaminan kualitas seperti ciri botani, distribusi, test identitas, kemurnian, penetapan kadar dan senyawa aktif atau kandungan utama (2) resume penggunaan klinik, farmakologi, kontraindikasi, peringatan, efek yang tidak diinginkan, dan dosis. Penerbitan ini bertujuan dapat dijadikan pedoman dalam penggunaan tumbuhan obat yang aman, bermanfaat dan berkualitas.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dibanyak negara maju khususnya negara barat sejak tahun 1970an menunjukkan indikasi adanya kecenderungan peningkatan penggunaan tumbuhan sebagai obat dan kecenderungan ini dikenal sebagai Gelombang Hijau Baru (New Green Wave) atau Trend Gaya Hidup Kembali ke Alam. Parameter yang menunjukkan tentang adanya hal tersebut adalah munculnya banyak toko "makanan kesehatan" di banyak negara barat yang menjual apa yang disebut Herbal Tea.

Di Amerika Serikat, jumlah pengguna tumbuhan dan produk tumbuhan obat untuk dua sampai tiga dekade terakhir telah menjadi suatu fenomena yang luar biasa, yaitu telah menjadi suatu segmen pasar yang tumbuh sangat cepat. Hasil survey dilaporkan bahwa pada tahun 1994 pasar ini mencapai omset US $ 1,6 Milyard, kemudian tahun 1996, dilaporkan sekitar 30 % orang Amerika Serikat dewasa (sekitar 60 juta orang) menggunakan produk tumbuhan obat, dengan uang yang dikeluarkan diperkirakan mencapai US $ 3,24 Milyard, dan perdagangan tahun berikutnya (1997) dilaporkan mencapai US $ 5,1 Milyard, sementara itu, dan laporan awal tahun 2000an menginformasikan bahwa perdagangan tumbuhan obat dan obat alternatif lainnya untuk tahun 2001 mencapai US $ 40 Milyard. Adanya pertumbuhan yang tinggi dalam perdagangan produk tumbuhan dan potensinya untuk menghasilkan keuntungan yang besar dalam perdagangan tersebut, serta adanya perubahan sosial masyarakat amerika yang berupa pandangan positif terhadap produk obat alami telah menarik industri perbankkan untuk membantu investasi finansial dalam bisnis sektor ini. Dari segi kebijakan hal inipun telah mendorong usaha pengaturan yang harus dilakukan untuk evaluasi kualitas, keamanan, manfaat terapi dan pedoman klinik dari produk tumbuhan sehingga pemakaiannya dapat dipertanggung jawabkan.

Di USA obat dari tumbuhan ini disebut herbal drug, herbal medicine, phytomedicine atau herb/herbal. Dari segi pengaturannya dapat digolongkan pertama kedalam suplemen makanan (food supplement) atau suplemen diet (dietary supplement) yang diatur dengan Dietary Supplement Health and Education Act (DSHEA) tahun 1994, atau kedua dapat dimasukan kedalam golongan obat yang diatur dengan Federal Food, Drug and Cosmetic Act.. Jika dimasukan dalam status sebagai suplemen makanan atau diet, maka produk tidak boleh diclaim sebagai obat atau menggunakan pernyataan "terapeutik" beserta implikasinya, seperti sebagai bahan untuk diagnosis, penyembuhan atau pencegahan penyakit.

Produk tumbuhan untuk masuk dalam status obat di Amerika Serikat relatif sulit, pada dasarnya FDA menghendaki perlakuannya sama dengan untuk obat baru, padahal jika disamakan dengan obat baru, maka untuk setiap obat perlu waktu banyak (rata-rata 10-15 tahun) untuk penelitiannya dengan biaya sekitar US $ 500 juta untuk setiap obat. Terhadap kebijakan FDA ini, pernah ada suatu petisi dari industri produk tumbuhan yang tergabung dalam European-American Phytomedicine Coalition (EAPC) yang menyarankan agar FDA menetapkan status produk tumbuhan menjadi obat OTC dengan hanya mengkaji apa yang telah ditetapkan di Eropa.

Produk tumbuhan obat di Eropa dikenal dengan beberapa nama antara lain disebut Phytomedicine, Plantmedicine, Phytopharmaca, Phytopharmaceutica, Vegetable Drug, Natural Remedies, Herbal Tea, Alternative Form of Treatment, Complementary Drug, dan nama resmi di Uni Eropa sejak November 1997 adalah Herbal Medicinal Product.

Ada laporan bahwa masyarakat Eropa pada tahun 1986 membelanjakan uangnya untuk membeli produk tumbuhan obat dan suplemen makanan mencapai US $ 560 juta, dan 10 tahun kemudian (1996), dilaporkan bahwa penjualan tumbuhan obat di Uni Eropa mencapai US $ 7 Milyard, dengan penjualan paling tinggi di Jerman (US $ 3,5 Milyard), kemudian Perancis (US $ 1,8 Milyard), Italia (US $ 0,7 Milyard), UK (US $ 0,4 Milyard), Spanyol (US $ 0,3 Milyard), Belanda (US $ 0,1 Milyard), dan negara Uni Eropa lain (US $ 0,13 Milyard).

Pada tahun 1978, Menteri kesehatan Jerman membentuk apa yang disebut dengan "Commission E" suatu panel beranggotakan para pakar untuk mengevaluasi keamanan dan manfaat tumbuhan yang tersedia di apotek untuk penggunaan umum. Komisi mengkaji lebih dari 300 tumbuhan obat, dan hasil kajiannya dipublikasikan sejak 1983 oleh German Federal Health Agency (Federal Institute for Drugs and Medical Devices) dalam The German Federal Gazette yang sampai 1995 meliputi 380 monograf (254 disetujui, 126 ditolak) ditambah 81 harus direvisi. Monografi ini berisi panduan untuk masyarakat umum, praktisi kesehatan dan perusahaan yang membutuhkan untuk registrasi tumbuhan obat. Monografi ini antara lain berisi data terafi seperti penggunaan, kontraindikasi, efek samping, dan interaksi obat. Sebagai catatan sejak 1993, diinformasikan bahwa semua mahasiswa kedokteran di Jerman harus lulus ujian dalam fitoterapi sebagai prakondisi untuk praktek dokternya.

Suatu hal yang perlu dicatat dalam kaitannya dengan produk tumbuhan obat di Eropa, pada tahun 1986 dibentuk lembaga dengan nama ESCOP (European Scientific Cooperative on Phytotheraphy) yang sejak 1997 telah menerbitkan monografi tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai standar tumbuhan untuk digunakan dalam kedokteran dan farmasi di negara anggotanya dan monografi ini dijadikan juga sebagai standard import tumbuhan obat atau tumbuhan aromatik dari negara lain. Organisasi masyarakat ilmiah seperti ESCOP ini (juga yang di Amerika Serikat seperti American Botanical Council, Herb Research Foundation, American Herbal Product Association, American Herbalists Guild, ataupun lembaga pemerintah Office of Dietary Supplement) bertujuan untuk memberi informasi yang seimbang tentang manfaat dan mudarat produk obat alami kepada masyarakat, meningkatkan status ilmiah produk obat alami, dan mengharmonisasikan status pengaturannya pada negara-negara anggotanya.

Di Indonesia sendiri, potensi pasar produk tumbuhan obat, antara lain dapat dilihat dari jumlah perusahaan pembuat obat tradisional (OT) (yang kita tahu bahwa bahan baku OT utamanya adalah tumbuh-tumbuhan). Jumlah perusahaan ini dari tahun ketahun terus bertambah, data untuk IKOT (Industri Kecil Obat Tradisional) sampai dengan 1990 yang mendapat ijin ada 259 buah, sampai tahun 1997 (masa awal krisis ekonomi) ada 458 buah, dan tahun 2000 (853 buah), 2003 (905 buah) dan akhir 2005 ada 1037 buah.

Sementara itu untuk IOT (Industri Obat Tradisional) sampai tahun 1996 (61 buah), tahun 1998 (79 buah), tahun 2000 (87 buah), 2003 (97 buah) dan akhir 2005 ada 129 buah. Jadi total IKOT dan IOT pada akhir 2005 ada 1166 buah. Disamping itu penyebaran industri OT ini tidak hanya berada atau terpusat di Pulau Jawa saja tapi sudah menyebar keseluruh propinsi. Hal yang lebih menarik lagi adalah suatu kenyataan bahwa industri farmasi yang selama ini memproduksi obat-obat dari senyawa sintesis yang digunakan dalam kedokteran formal, pada saat ini (terutama setelah krisis ekonomi 1998) ada kecenderungan mereka memproduksi juga produk-produk tumbuhan obat dan bahkan beberapa produknya sudah dipasarkan.

POTENSI HAYATI ALAM INDONESIA

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki luas hutan terbesar didunia, walaupun bukan urutan pertama dari ukuran luas, namun hutan Indonesia memiliki kelebihan yaitu selain cahaya matahari yang tersedia sepanjang tahun disertai curah hujan yang relatif tinggi, hutan Indonesia berada pada variasi geografi, topografi dan sejarah geologis yang dinamis sehingga membentuk berbagai macam formasi hutan, mulai dari hutan pantai, hutan mangrove/payau, hutan rawa, hutan rawa gambut, hutan hujan dataran rendah,hutan hujan pegunungan bawah, hutan hujan pegunungan atas, hutan musim bawah, hutan musim tengah dan atas, hutan kerangas, hutan savana, hutan pada tanah kapur, hutan pada batuan ultra basa, hutan riparian atau tepi sungai, yang pada akhirnya menghasilkan tingkat keanekaragaman hayati tumbuhan yang tinggi, dan dunia mengakui bahwa hutan Indonesia memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan paling besar didunia. Ada laporan bahwa hutan tropik Indonesia memiliki lebih dari 30.000 jenis tumbuhan berbunga, dan ini merupakan suatu potensi yang luar biasa khususnya dilihat dari kaca mata kesehatan, sebagai sumber bahan obat-obatan. Sementara itu menurut Heyne, dari 171 suku tumbuhan tinggi yang mencangkup 2799 jenis tumbuhan berguna dilaporkan sebanyak 1306 jenis dari 153 suku dinyatakan sebagai tumbuhan obat, data ini diluar tumbuhan rendah, sementara itu PT Essai Indonesia melaporkan adanya 3689 jenis tumbuhan obat. Belum banyak diinformasikan adalah kekayaan hayati mikroorganisme dari tanah dan hutan Indonesia, dan inipun diyakini meliputi berbagai macam jenis mikroba.

Dari sisi lain, sekitar 62% (= 3,1 x 106 km2 ) dari seluruh wilayah negara Indonesia tercinta ini merupakan lautan, yang terdiri dari, 10% lautan teritorial (jalur 12 mil), dan 90% adalah perairan pedalaman atau kepulauan. Berbeda dengan bahan hayati yang berasal dari daratan yang relatif telah banyak dikenal dan digunakan khususnya dalam kesehatan, untuk bahan hayati asal bahari boleh dikatakan masih relative sedikit yang diketahui, padahal dilaporkan bahwa lautan memiliki lebih dari 30.000 jenis ganggang, demikian juga dengan binatang bahari seperti kelompok Echinodermata dilaporkan banyak sekali jenisnya. (Di Indonesia yang sudah tercatat untuk ganggang sampai awal tahun 1990 ada sekitar 800 jenis). Laporan penelitian aktivitas biologi bahan hayati bahari (termasuk tumbuhan laut dan binatang laut seperti Echinodermata) menunjukkan juga aktivitas-aktivitas biologi sebagaimana diberikan oleh tumbuhan yang hidup didarat.

Keanekaragaman hayati (khususnya keanearagaman tumbuhan) tentunya memberikan juga keanekaragaman struktur kimia yang terkandung didalam tumbuhan tersebut, dan ini dapat memberikan konsekwensi logis pada keanekaragaman aktivitas biologinya, termasuk aktivitas farmakologi.

PERMASALAHAN

Jika melihat uraian potensi pasar dan potensi hayati alam Indonesia tadi, maka tidak salah kalau dikatakan bahwa Indonesia memiliki prospek hayati (tumbuhan) yang besar khususnya untuk bidang kesehatan, tapi perlu diingat bahwa sumber daya alam yang melimpah tidak akan langgeng jika tidak dilola dengan baik. Adalah suatu kenyataan bahwa bahan baku yang digunakan sebagai tumbuhan obat di Indonesia sampai saat ini sebagian besar diperoleh dari tumbuhan liar, bukan tumbuhan hasil budidaya, dan pemanenan langsung tumbuhan liar yang melampaui batas kemampuan regenerasinya di alam nampaknya merupakan suatu faktor penting yang mengancam kelestarian tumbuhan obat. Dan perlu dicatat bahwa panen yang berlebihan ini pada dasarnya tidak terlepas dari permintaan pasar yang tinggi. Beberapa jenis tumbuhan yang telah dikatagorikan langka karena pemanenan berlebihan antara lain Pimpinella pruatjan Molkenb. (purwoceng), Alyxia reindwadtii Bl. (pulasari), Strychnos ligustrina R.Br. (bidara laut), Alstonia scholaris R.Br. (pule, lame), Rauwalfia serpentina Benth. (pule pandak). Sebetulnya kelangkaan tersebut tidak hanya disebabkan oleh panen yang berlebihan tapi juga disebabkan faktor lain seperti perambahan hutan, perladangan berpindah, dan konversi lahan yang akibatnya hal ini dapat merusak habitat, atau juga karena eksploitasi hasil hutan kayu, yang kebetulan jenis kayu tersebut masuk tumbuhan obat.

Tumbuhan dalam dunia kesehatan khususnya dalam farmasi, pada dasarnya bisa digunakan sebagai (1) sumber simplisia atau ekstrak yang dapat langsung digunakan untuk bermacam tujuan (2) sumber senyawa aktif atau model senyawa untuk sintesis, (3) diambil senyawanya sebagai prazat untuk membuat senyawa semisintesis dan (4) kandungan senyawa kimianya digunakan sebagai bahan pembantu. Prioritas mana yang akan dipilih harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang dan tidak tertutup kemungkinan untuk keempatnya kita lakukan.

Simplisia dan atau ekstrak, potensi pasarnya seperti duraikan diatas sangat besar dan juga dari segi biaya relatif kecil, begitupun teknologi yang dibutuhkan tidak terlalu sulit, namun ada hal yang penting disini adalah standardisasi dari mulai bahan baku (tumbuhan), proses, sampai dengan produknya, dan untuk mencapai itu mau tidak mau penggunaan tumbuhan hasil budidaya yang sesuai GAP sudah merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Untuk aktivitas farmakologi apa yang dipilih atau sebagai obat apa yang akan diproduksi, inipun harus dipertimbangkan dengan baik, harus mempertimbangkan keadaan pasar artinya kalau dipasar sudah ada obatnya yang banyak dan murah untuk penyakit tertentu, maka jangan memproduksi produk untuk penyakit tersebut kecuali kalau memang potensinya mengungguli produk yang ada, dan tentunya juga mempertimbang pola penyakit yang ada adalah sangat bijak.

Jika untuk digunakan sebagai sumber senyawa aktif, model struktur, ataupun sebagai prazat tentunya biayanya akan relatif lebih besar, namun walaupun mahal hal ini harus juga ada yang melakukan, terutama dalam rangka pengembangan SDM yang kita miliki dan sekaligus pengembangan keilmuan.

Prioritas mana yang dipilih hendaknya bisa dilakukan dan jangan sampai setiap ganti pengambilan keputusan, kebijakan juga berubah, sebagaimana hal ini sering terjadi.

Daftar Pustaka.

  1. Blumenthal M., Ed., et al., The Complete German Commission E Monographs, Therapeutic Guide To Herbal Medicines, American Botanical Council, Austin, 1998
  2. De Smet P.A.G.M., Ed., et al., Adverse Effects of Herbal Drugs 1, Springer-Verlag, Berlin, 1992.
  3. Time, June 10, 2002
  4. EU Strategic Marketing Guide 2000, Natural Ingredients For Pharmaceutical, Volume 1, CBI, June 2000
  5. Zuhud E.A.M, dkk., Hutan Tropika Indonesia Sebagai Sumber Keanekaragaman Plasma Nuftah Tumbuhan Obat, Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropik Indonesia, IPB-LATIN, Bogor, 1994.
  6. Nontji A., Laut Nusantara, Djambatan, Jakarta, 1993.

Kamis, 19 Februari 2009

"Kontroversi Puyer bagi Masyarakat"

Kontroversi penggunaan puyer timbul karena kekhawatiran bahwa puyer tidak steril, berisiko dosis tidak tepat, reaksi campuran bermacam-macam obat, tidak sesuai dengan RUD (rational use of drugs) dan tidak sesuai dengan cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Sebenarnya, bila dicermati, kekhawatiran tersebut adalah masalah human error, dan kekhawatiran itu bisa terjadi pada obat sediaan yang lain, seperti sirup dan kaplet.

Substansi dasar kontroversi yang terjadi selama ini sebenarnya adalah dua hal yang berbeda, tetapi saling dicampuradukkan permasalahannya. Substansi dasar pertama adalah masalah keilmiahan, yaitu tentang manfaat dan bahaya puyer. Sedangkan substansi lainnya adalah masalah nonilmiah atau penyimpangan etika dan keprofesian.

Kecurigaan penyimpangan tersebut berupa penggunaan obat yang tidak rasional, seperti pemberian obat yang berlebihan, pemberian antibiotik berlebihan yang dilakukan sebagian dokter. Juga kecurigaan adanya penyimpangan dalam persiapan dan prosedur pembuatan puyer yang dilanggar oleh apoteker.

Masalah kontroversi manfaat dan bahaya puyer adalah masalah substansi ilmiah yang harus diselesaikan secara ilmiah. Di bidang kedokteran, terjadinya kontroversi di bidang ilmiah adalah suatu hal yang biasa. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara perlahan akan menyingkirkan pengetahuan dan teknologi sebelumnya.

Akan tetapi, kemajuan teknologi dan pengetahuan tersebut selalu diawali dengan perdebatan dan kontroversi di antara klinisi. Pada umumnya, semua teknologi dan pengetahuan baru di bidang medis yang teruji secara klinis akan banyak dipakai oleh pelayanan kedokteran modern. Namun, tidak semua kemajuan teknologi dan pengetahuan baru selalu yang lebih baik.

Sebaliknya, tidak semua pengetahuan dan teknologi yang lama selalu lebih buruk. Misalnya, penemuan deteksi penyebab alergi makanan yang memakai alat yang canggih, seperti IgE4 dan bioresonansi, ternyata tidak diakui secara medis, tetapi harus kembali ke ilmu dasar, yaitu diagnosis klinis atau DBPCFC.

Dalam ilmu kedokteran, perdebatan ilmiah tersebut selalu diawali dengan kajian dan pertemuan ilmiah yang dilakukan berbagai disiplin ilmu terkait. Yang menjadi penentu kontroversi yang diterima adalah fakta ilmiah dan penelitian ilmiah, atau yang sering disebut sebagai evidence base medicine (kejadian ilmiah berbasis bukti atau penelitian).

Dengan begitu, setelah kajian ilmiah menemukan kata sepakat, institusi profesi terkait akan mengeluarkan rekomendasi untuk dijadikan sebagai pedoman penanganan praktik kedokteran dan pegangan aspek legal medisnya. Bila telah diselesaikan secara ilmiah dan diikuti adanya regulasi profesi, kontroversi itu akan disosialisasikan kepada masyarakat.

Sedangkan masalah kontroversi nonilmiah atau penyimpangan etika dan keprofesian tidak harus diselesaikan secara intern dokter saja. Kecurigaan perilaku penyimpangan etika dan profesi dari sebagian dokter dan apoteker dalam pemberian advis obat dan persiapan obat adalah hak masyarakat untuk mengetahui dan diperdebatkan secara luas. Masyarakat juga berhak mengetahui permasalahan sesungguhnya. Sebab, masyarakat menjadi objek utama bila terjadi permasalahan pelayanan kesehatan.

Permasalahan

Perdebatan tentang kontroversi penggunaan puyer yang sekarang terjadi sudah campur aduk. Bahasan ilmiah tentang bahaya dan manfaat puyer yang diselesaikan secara ilmiah telanjur menjadi perdebatan publik. Kontroversi ilmiah tidak sesederhana seperti perdebatan nonilmiah. Perdebatan ilmiah harus disertai dengan fakta ilmiah berdasar evidence base medicine. Untuk menentukan bahaya puyer, harus ada fakta dan penelitian ilmiah, baru bisa dinyatakan apakah tindakan medis itu bisa digunakan atau tidak.

Tahap penyelesaian konflik ilmiah inilah yang sekarang tidak terjadi. Tanpa data dan bukti ilmiah, kontroversi itu telanjur diungkapkan sebagian dokter kepada masyarakat secara sistematis dan terus-menerus.

Bahkan, ada upaya untuk menggalang perdebatan tersebut yang melibatkan masyarakat nonilmiah, baik melalui seminar maupun media elektronik. Bila kontroversi ilmiah itu menjadi santapan publik, persepsi yang terjadi dalam masyarakat sangat bias dan melenceng dari substansi dasarnya. Sebab, persepsi masyarakat sering tidak didasari pemikiran dan fakta ilmiah, karena memang bukan kompetensinya.

Jadi, seharusnya, dokter yang mempunyai opini bahwa puyer berbahaya sebelumnya melakukan kajian dan temu ilmiah yang melibatkan ahli terkait dalam temu ilmiah formal melalui organisasi profesi atau institusi yang ada.

Dampak bagi Masyarakat

Bila kontroversi ilmiah telanjur dibuka di publik, permasalahan akan timbul makin panjang dan melebar. Dengan tingkat pengetahuan dan pendidikan yang beragam, sering kontroversi tersebut menjadi debat kusir dan melenceng dari substansinya.

Jadi, masalah utama seharusnya adalah human error, tetapi kesalahan itu ditimpakan ke puyer. Contohnya, masyarakat memvonis puyer sebagai biang keladi pemakaian obat yang berlebihan dan tidak sesuai dengan indikasi. Padahal, perilaku itu juga terjadi pada pemberian obat sirup dan orang dewasa.

Selama ini, orang tua hanya mengkhawatirkan puyer bagi anaknya, namun tidak menyadari bahwa selama ini mereka kadang juga menjadi korban pelanggaran etika tersebut. Sering mereka menolak pemberian resep puyer antibiotik dan obat berlebihan untuk anaknya. Tetapi, saat sakit dan berobat ke dokter, orang tua sering minta diberi obat antibiotik, batuk, dan vitamin berbotol-botol hanya karena infeksi tenggorokan dan batuk pilek biasa.

Bagaimana Menyikapinya?

Selama fakta ilmiah yang menunjukkan bahaya puyer belum ada, dokter dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan penggunaan puyer. Bahkan, ilmu meracik puyer adalah kegiatan ilmiah yang wajib diikuti mahasiswa kedokteran dan farmasi dalam pendidikannya.

Sementara itu, secara informal telah dinyatakan hal senada oleh ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan ketua IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), puyer tidak berbahaya dan tidak menunjukkan akibat buruk. Selama mengikuti prosedur penggunaan obat yang rasional dan menggunakan kaidah ilmu kedokteran dengan baik, penggunaan puyer bukan suatu masalah.

Oleh karena itu, institusi terkait, seperti Depkes, IDI, dan IDAI, harus segera mengeluarkan rekomendasi resmi tentang keamanan puyer. (jwpos)

http://pusat.golkar.or.id/contents/isu/?p=164

Senin, 02 Februari 2009

Tujuan Hidup Manusia

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizqi sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rizqi yang mempunyai Kekuatan lagi sangat kokoh." (QS. Adz Dzariyat: 56-58)
Yang dimaksud dengan "menyembah Allah" dalam arti yang luas, yaitu melaksanakan semua yang diperintahkan dan disukai-Nya, serta menjauhi laranganya. Inilah yang disebut menghamba atau mengabdi (istilah islamnya: beribadah).
Seorang budak yang mengabdi kepada tuanya harus melaksanakan perintahnya oleh tuanya, dan meningalkan apa yang dilarangnya.
Untuk ini, si hamba harus rela meningalkan kemalasan dan kebiasaan-kebiasaan lamanya, yang tidak disukai majikanya.
Sesungguhnya tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, Tuhan Penguasa Alam. Pernyataan dalam ayat di atas, bahwa manusia diciptakan untuk beribadah langsung disambung dengan ayat berikutnya yang merupakan ungkapan penolakan terhadap rizqi dari manusia. Melalui kedua ayat tersebut, seakan-akan dikatakan :"yang aku perintahkan adalah beribadah, bukan mencari rizqi." Dalam surat Thaha ayat 132 dikatakan: "Kami tidak meminta rizqi kepadamu, kamilah yang memberi rizqi kepadamu." Jika direnungkan, ayat 57 Surat Adz-Dzariat tersebut merupakan ungkapan yang tepat, sebagai sindiran umumnya manusia.
Adapun hal-hal seperti rizqi, ajal, miskin, kaya, sakiy, sehat, naik turunya kedudukan, termasuk jodoh dan sebagainya, adalah segala sesuatu yang sudah menjandi tanggungan Allah. Mencari yang demikian tidak diperintahkan, tetapi harus diyakini bahwa Allah akan memberikannya kepada orang yang dikehendaki bukan orang yang kita kehendaki.
Betul yang dikatakan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri termasuk dalam kategori ibadah. Ciri-ciri pekerjaan yang disebut ibadah antara lain :
1. Jika dikerjakan akan menyebabkan bertambah dekatnya orang kepada Allah. Tandanya tenangnya hati karena telah melaksanakan sesuatu yang disukai oleh Allah. Adapun hasilnya dipasrahkan oleh Allah, dan dia bertawakal hanya kepada-Nya. Jika berhasil dia bersyukur, Jika tidak berhasil dia besabar, intropeksi diri tidak mennyalahkan orang lain.
2. Pekerjaan tersebut secara langsung tidak menyebabkan dosa, baik dalam niat/tujuan, keyakinan/aqidah, ucapan maupun dalam berinteraksi dengan sesama mahluk.
3. pekerjaan tersebut menumbuhkan motifasi untuk melaksanakan amal yang lain, sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
4. Pekerjaan tersebut tidak mengurangi tidak mengurangi/melalaikanya dari kewajiban lain yang lebih penting, seperti firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS. Al Munafiqun: 9)
Jika seseorang bekerja keras tak kenal waktu dalam mencari rizqi(harta benda) sehingga melalaikan dari mengerjakan perintah Allah, apakah dapat dinamakan ibadah? Bukankah yang demikian hanya akan hanya akan menambah jauh dirinya dengan Allah? Inilah yang disebut mencari sesuatu yang sudah dijamin dengan meninggalkan sesuatu yang diperintahkan untuk dicari. Itulah sebabnya, ayat 56 surat Adz-Dzariyat tersebut dilanjutkan dengan sendirian terhadap orang-orang yang bekerja keras mencari rizqi, sehingga menyebabkan lalai dalam melaksanakan kewajiban agama.
Orang-orang yang lalai, jika tidak segera sadar, akan semakin terperosok ke dalam jurang kelalaian. Secara perlahan tapi pasti tanpa terasa imanya akan semakin berkurang. Ketika sudah mencapai kondisi yang membahayakan ditengah-tengah gelimangnya materi dan kemewahan dunia, barulah ia sadar, "mengapa begini? apa yang terjadi? kemana keimananku yang dulu?"
Allah berfirman: "Barangsiapa yang menghedaki kehidupan dunia dan perhiasanya, niscaya kami akan kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka didunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka telah usahakan di dunia sia-sialah apa yang mereka tekah kerjakan." (QS. Hud: 15-16)
Mereka bersenang-senang dalam kehidupan dunia karena terpengaruh oleh perhiasan-perhiasan duniawi yang melenakan dan menyilaukan mata. seperti firman Allah: "Dijadikan indah pada (pandanagan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, dll. Itulah kesenanagan hidup di dunia Dan di sisi Alllalah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Ali-Imran: 14)
Secara naluri menusia mempunyai ketertarikan yang kuat terhadap perhiasan seperti yang disebutkan dalam ayat tersebut. Yang demikian merupakan sesuatu yang dicari, bahkan menjandi tujuan hidup bagi kebanyakan manusia di dunia ini. Oleh karena itu Allah langsung memperingatkan kita pada akhir ayat tersebut: "dan disisi Allahlah tempat kembali Yang baik (surga)." pada ayat lain juga disebutkan: "Dan janganlah kamu tunjukan kedua matamu kepada kami apa yang telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami cobai mereka denganya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal." (QS. Thaha: 131)
Wallahu A'lam.

jAgAlAh Hatimu Kawan

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka Bumi, lalu mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga denganya mereka dapat mendengar? Karena sesugguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada didalam dada." (QS. Al-Hajj; 46) Hati indentik dengan lintasan perasaan. ia tak berwujud benda atau tubuh. keberadaanya abstrak seperti ruh. Hanya saja bisikanya kuat sehingga bisa mampu bisa mengenalikan manusia. ia merupakan gelanggang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Menang kalah silih berganti. Itulah sebabnya ia dinamakan qalbu (cenderung bolak balik dan selalu berubah, sumiya al-qalbu litaqallubihi Hati manusia menempati posisi yang sangat vital. Ia adalah ruh dan energi kehidupan. Karena itu setiap mukmim harus merawat dengan baik.
Seperti organ tubuh lainya, hati bisa sakit, bahkan mati. Allah SWT berfirman : "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bgi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (QS. 2:10)
Supaya hati kita tidak terjangkit penyakit, kita harus kita harus bekerja kers untuk merawatnya. Jangan lupakan pula 'makanan' utamanya yaitu dzikrulah Dengan mersakan kehadiran Allah itulah hati kita akan menemukan ketenangan. Ustman bin Affan pernah berkata , "Andai saja hati ini bersih suci, niscaya dia tidak akan pernah kenyang dengan dzikrullah".
Sebaliknya, saat ditanya bagaimana cara mengobati hati yang resah, Ibnu Mas'ud menjawab, "Dengarkanlah bacaan al-qur'an. Datanglah ke majelis-majelis dzikir. Pergilah ketempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT. jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain karena hati yang kamu pakai bukanlah hatimu lagi".
Hati juga ibarat sebuah pohon. Ia membutuhkan siraman air yang cukup agar menjelma menjadi pohon yang kuat.Akarnya menghujam ke bumi, rantingnya rindang dan buahnya lebat. sebaliknya jika dilantarkan buahnya akan layu, batangnya keropos dan hingga akhirnya tumbang.
Merawathati merupakan keharusan bagi setiap muslim. sebab hati adalah nahkoda seluruh prilaku manusia. bila hati bersemayam di atas kebenaran maka peliharalah seluruh ucapan dan perbuatan manusia.
Bagaimana dengan hati kita? Masihkah berjalan diatas petunjuk-Nyayang bercerang atau bersaruk-saruk di kegelepan malam? Jangan biarkan ia menjadi hantu gentayangan yang senantiasa menjauhi cahaya untuk menebar ketakutan dan kebusukan hati sangat tergantung pada pedoman yang dipakai untuk membibingnya.
Sebagai muslim kita menyakini, bahwa sebaik-baik pembibing adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. "Bila hati berjalan tidak pada garis yang tidak ditentukan oleh Allah SWT, maka ia bagaikan mayat yang berjalan. Ia hidup tetapi tidak membawa kebaikan Bahkan menjadi penebar kebusukan." Demikian kata Sayyid Qutub.
Jika hati tidak dirawat dan tidak tidak digunakan sesuai dengan tuntunan Allah SWT, maka derajat pemiliknya lebih rendah dari hewan. Al-Qur'an telah memperingatkan hal itu :
"Dan sesuguhnya kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari Jin dan Manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka itulah orang yang lalai". (QS.7:179)
Islam adalah cahaya yang menerangi. cahaya menghidupkan hati yang mati agar mampu memahami hakikat kehidupan ini. bersyukurlah kita sebagai muslim, Karena kita memiliki potensi untuk menata hidup dan kehidupan selaras dengan kehendak Ilahi.
Wallahu A'lam.

" PP KEFARMASIAN "

Apoteker sebagai sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peranan penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan, khususnya pelayanan kefarmasian. Karena itu kontribusi apoteker dalam proses pengobatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian yang sangat pesat, dewasa ini pelayanan kefarmasian tidak lagi terpaku pada pengelolaan obat sebagai komoditi saja.

Apoteker dituntut untuk memperluas cakupan pelayanan kefarmasian agar lebih komprehensif lagi. Apoteker berkewajiban memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care) guna mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional serta memonitor penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhir serta kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error).

Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian (selanjutnya disingkat PP-PK) merupakan perangkat hukum yang mengatur penyelenggaraan praktik kefarmasian. Kelahirannya sangat ditunggu-gunggu baik oleh para apoteker maupun stakeholder nya karena perangkat hukum yang ada sekarang ini dirasakan belum memadai.

Sebagaimana diketahui, perangkat hukum yang ada sekarang ini masih didominasi oleh kebutuhan formal dan kepentingan pemerintah, dan belum memberdayakan organisasi profesi dan pemerintah daerah sejalan dengan era otonomi.

Sementara itu meski berbagai upaya hukum yang dilakukan dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat sebagai penerima, dan tenaga kefarmasian sebagai pemberi pelayanan telah banyak dilakukan, tetapi masih belum memadai karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat dan tidak seimbang dengan perkembangan hukum.

PP-PK merupakan acuan yang dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum, untuk meningkatkan, mengarahkan dan memberi landasan hukum serta menata kembali berbagai perangkat hukum yang mengatur penyelenggaraan praktek kefarmasian agar dapat berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tapi mengapa sampai sekarang PP-PK belum keluar juga ? Padahal proses penggodokannya sudah memakan waktu lebih dari 3 tahun.

Apakah ada yang keberatan dengan PP-PK tersebut ?

Sejatinya PP-PK bisa juga dipandang sebagai penjabaran dari pasal 63 UU no 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan yang berbunyi :

  1. Pekerjaan kefarmasiaan dalam pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
  2. Ketentuan mengenai pelaksanaan pekerjaan kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Di dalam rancangannya, PP-PK diantaranya mengatur jenis, kualifikasi, standar pendidikan dan registrasi tenaga kefarmasian, serta penyelenggaraan pekerjaan kefarmasian. Melalui PP-PK akan terlihat dengan jelas siapa yang tergolong tenaga kefarmasian dan oleh karenanya berhak untuk menyelenggarakan pekerjaan kefarmasian berikut tugas dan tanggung jawabnya serta sangsi yang diberikan apabila melanggar.

Secara objektif PP-PK memang merupakan payung hukum yang bisa menjadi landasan bagi para tenaga kefarmasian dalam melakukan pekerjaannya. Disamping itu, dengan sendirinya melalui PP-PK kesemrawutan penyelenggaraan pekerjaan kefarmasian yang terjadi selama ini diharapkan bisa teratasi.

Jadi semestinya tidak ada hal-hal perlu dipermasalahkan karena menimbulkan kerugian bagi pihak lain, misalnya. Atau, apakah pihak yang selama ini terbiasa menyelenggarakan pekerjaan kefarmasian keberatan karena yang bersangkutan terkecualikan sebagai tenaga kefarmasian ?

Sabtu, 27 Desember 2008

Farmasi Qu


Penggunaan Obat Secara Rasional:

Upaya untuk Mengatasi Ketidakrasionalan Pemberian Obat


Proses pelayanan medis secara garis besar dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu: Pertama, tahap awal atau input, merupakan gambaran status penyakit, simptom, harapan-harapan pasien, dan kemungkinan konsekuensi yang harus ditanggungi;

Kedua, proses pelayanan medis, penilaian masukan, diagnosis, terapi, dan pemantauan;

Ketiga, hasil dan proses atau outcome berupa status klinis penyakit, berfungsinya kembali faali tubuh, kepuasan pasien, dan konsekuensi biaya yang harus ditanggung. Proses terapi (farmakoterapi) merupakan bagian dalam proses pelayanan medis.

Keputusan yang diambil dalam proses layanan medis/proses terapi sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan serta keberhasilan atau gagalnya suatu keputusan klinis. Pelayanan medis tanpa intervensi farmakoterapi ibarat tentara perang tanpa bekal peluru. Melihat hal ini, obat (farmakon) merupakan komponen yang tidak terpisahkan dalam pelayanan kesehatan. Apalagi obat dapat sebagai penyelamat hidup seseorang.

Dalam situasi ekonomi seperti saat ini, posisi obat menjadi lebih penting lagi karena obat dapat menyebabkan biaya kesehatan menjadi lebih mahal. Di sisi lain obat merupakan sumber penerima utama untuk unit pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan akan menjadi sangat lebih mahal bila penggunaan obat tidak rasional. Hal ini akan terlihat bila manfaat yang didapat tidak seimbang dengan risiko maupun biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien.

Dalam konferensi pakar Rational Use of Drugs yang diselenggarakan oleh WHO di Nairobi pada 1985, didefinisikan penggunaan obat rasional sebagai berikut: "the rational use of drugs requires that patients receive medications appropriate to their clinical needs, in doses that meet their own individual requirements, for an adequate periode of time, and at the lowest cost to them and their community".

Dalam lingkup biomedik, terminologi penggunaan obat secara rasional harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu tepat indikasi; tepat obat dengan mempertimbangan manfaat, keamanan, kenyamanan penggunaan, dan biaya; tepat dosis, cara penggunaan dan lama penggunaan; tepat pasien, tidak ada kontraindikasi; penyampaian obat yang benar, termasuk informasi yang diberikan kepada pasien; serta ketaatan pasien minum obat.

Dampak lain yang dapat terjadi akibat penggunaan obat yang tidak rasional akan menurunkan mutu pengobatan dan pelayanan kesehatan secara langsung maupun tidak langsung. Secara epidemiologi dapat mempengaruhi upaya-upaya menurunkan mortalitas dan morbiditas penyakit-penyakit tertentu. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa. Peresepan polifarmasi sangat rawan bagi terjadinya interaksi obat, terutama yang merugikan pasien.

<>

Percepat Koneksi Internet ......Woww


Banyak Jalan Mempercepat Koneksi Internet

Tidak peduli berapa kecepatan standar yang disebut oleh ISP langganan kita, kadang-kadang koneksi internet kita rasanya masih saja lelet bin lambat. Memang banyak hal yang mempengaruhi kecepatan koneksi internet kita, mulai dari browser yang dipakai, koneksi LAN, settingan modem, settingan komputer lokal, bahkan juga cuaca. Berikut ini adalah kumpulan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kecepatan koneksi internet yang optimal.

Silahkan saja dicoba. Namun, agar dapat mengukur perbedaan kecepatan sebelum dan sesudah dilakukan trik, sebaiknya anda ukur dulu kecepatan internet anda saat ini. Mengukur kecepatan internet anda dapat dilakukan dengan mengunjungi situs ini.

1. Secara default, Windows menkonsumsi 20% bandwith anda.
Bandwith ini digunakan untuk “jaga-jaga” dan juga untuk memeriksa komputer anda dari situsnya Microsoft sana. Ambil aja lagi! Caranya adalah:
klik Start–>Run–>type “gpedit.msc” tanpa tanda kutip “”.
Ini untuk membuka group policy editor. Kalau sudah muncul windowsnya, masuk ke:
Local Computer Policy–>Computer Configuration–>Administrative Templates–>Network–>QOS Packet Scheduler–>Limit Reservable Bandwidth
Double click pada Limit Reservable bandwidth. Disana ditunjukkan bahwa string ini belum diatur (not configured) tap pada kenyataannya pada tab Explain’ ada penjelasan:
“By default, the Packet Scheduler limits the system to 20 percent of the bandwidth of a connection, but you can use this setting to override the default.”
Jadi Trik yang kita lakukan adalah mendisablenya dengan mengeset nilainya menjadi NOL.

2. Bikin Internet Explorer (IE) secepat Firefox
Kata orang IE memang browser yang paling payah, lelet, dan tidak stabil. Tapi ternyata ada trik untuk sedikit men-tune-up IE anda hingga kecepatannya bisa setara dengan Firefox. Caranya:

Klik start > run
ketik regedit > enter
Carilah folder HKEY_CURRENT_USER\Software\m*cro$oft\Windows\Curre ntVersion\InternetSettings
Klik kana pada jendela sebelah kanan pilih > New > DWORD
Ketik MaxConnectionsPerServer > beri nilai terserah anda (semakin tinggi niali yang ada buat, semakin bagus kecepatannya, eg : 99)
Buat string DWORD baru lagi dengan cara yang sama, > ketik MaxConnectionsPer1_0Server
Lalu beri nilai yang tinggi seperti di atas
restart I.E …
Selesai

3. Mempercepat browsing dengan DNS cache

Buka notepad dan copy paste kode di bawah ini:
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Servic es|Dnscache\Parameters]
“CacheHashTableBucketSize”=dword:00000001
“CacheHashTableSize”=dword:00000180
“MaxCacheEntryTtILimit”=dword:0000fa00
“MaxSOACacheEntryTtILimit”=dword:0000012d

Simpan dengan nama dnscache.reg
Double click file ini di windows explorer, tekan “yes”.

4. Cara Lain mempercepat koneksi internet
Copy paste kode di bawah ini ke dalam notepad. Simpan dengan nama “cepat.reg”

REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters]
“SackOpts”=dword:00000001
“TcpWindowSize”=dword:0005ae4c
“Tcp1323Opts”=dword:00000003
“DefaultTTL”=dword:00000040
“EnablePMTUBHDetect”=dword:00000000
“EnablePMTUDiscovery”=dword:00000001
“GlobalMaxTcpWindowSize”=dword:0005ae4c

5.Bagi pengguna koneksi LAN
berikut ini cara untuk mempercepat koneksi LAN

buka registry editor (start > run> ketik regedit)
masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace dan DELETE key {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}
Tutup registry editor dan restart windows.
6.Bagi pengguna koenksi internet dengan Broadband/DSL cobalah trik berikut ini

Buka registry editor dan masuk ke: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
Buat string DWORD baru, dengan cara mengklik ‘Edit -> New -> DWORD Value’ dan buat nama-nama value dibawah ini (buat sendiri karena belum ada).
DefaultTTL = “80″ hex (atau 128 decimal) .
EnablePMTUBHDetect = “0″
EnablePMTUDiscovery = “1″
GlobalMaxTcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
TcpMaxDupAcks = “2″
SackOpts = “1″
Tcp1323Opts = “1″
TcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
tutup registry dan restart computer..

Sep 27, 2008

Menambah Bandwidth Internet pada Windows

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal.
Jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.

Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. kemudian Klik Network
7. setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer

http://infokomp2008.blogspot.com/2008/09/menambah-bandwidth-internet-pada.html


Sebuah Kisah

Perjuangan Pohon Bambu

Pada suatu waktu aku merasa sangat jenuh dan bosan dengan kehidupan ini dan ingin berhenti dari semuanya, berhenti dari pekerjaan, hubungan, spiritual....dan berhenti untuk hidup.

Aku pergi ke tengah hutan dan ingin berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan Sang Pencipta.

"Tuhan, mohon berikan saya satu alasan untuk tetap hidup & berjuang?"

Ternyata jawaban Maha Pencipta yang Agung sangat mengejutkan...

"Lihat di sekelilingmu, apakah kamu melihat tanaman semak & pohon Bambu?

" Ya" jawabku.

Yang Maha Pencipta mulai bertutur:

"Saat aku menanam benih Semak & Bambu, aku memelihara mereka dengan sangat baik & hati-hati. Aku memberi mereka sinar matahari, menyirami dengan air seadil-adilnya."

"Tanaman semak tumbuh dengan sangat cepat. Daun-daunnya yang hijau tumbuh rimbun sampai menutupi tanah disekelilingnya. Sedangkan benih Bambu belum memperlihatkan apapun.

Tetapi aku tidak menyerah dan tetap memelihara mereka dengan baik dan adil. Pada Tahun ke-2 tanaman semak tumbuh makin subur, rimbun dan makin bertambah banyak.

Tetapi, benih bambu tetap belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.

Pada tahun ke-3, benih bambu masih sama seperti sebelumnya. Tetapi, tetap Aku tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke-4 masih sama saja.

Aku bertahan untuk tidak menyerah.

Kemudian, pada tahun ke-5, tunas kecil mulai muncul dari benih bambu. Jika dibandingkan dengan tanaman semak, tunas ini sangat kecil dan sepertinya tidak sebanding dengan tanaman semak.

Tetapi 6 bulan kemudian pohon Bambu tumbuh hingga mencapai ketinggian 100 kaki.

Ternyata Bambu menghabiskan waktu 5 tahun untuk menumbuhkan & menguatkan akarnya. Akar-akar tersebut membuat Bambu menjadi sangat kuat sehingga kokoh menghadapi keadaan alam yang berubah-ubah. Bahkan pohon Bambu sangat berguna untuk kehidupan"

"Aku tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari kemampuannya kepada ciptaanku".

Anakku, Apakah kamu sadar, selama ini kamu telah berjuang dan memperkuat akar?"

"Aku tidak menyerah saat menanam benih & memelihara pohon Bambu, begitu juga denganmu."

"Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain. Bambu mempunyai fungsi yang berbeda dengan semak, tetapi tetap mereka membuat hutan menjadi indah.

Waktumu akan tiba dan kamu akan tumbuh dengan tinggi."

"Tetapi, seperapa tinggi saya harus tumbuh?"

Maha Pencipta menjawab:"Seberapa tinggi pohon Bambu tumbuh?"

"Apakah setinggi kemampuan dan usahanya" tanyaku lagi

"Benar Anakku. Berusahalah sebaik & semaksimal mungkin".

Kemudian aku pergi meninggalkan hutan dengan membawa kisah ini. Aku harap kisah ini dapat membantumu melihat bahwa Tuhan tidak pernah menyerah untukmu.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Jangan pernah menyesali setiap hari dalam hidupmu.

Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai; keduanya sangat berharga.

Kepasrahan

Live of the Earth

By.young.sun

Kehidupan seperti sebuah perjalanan yang melelahkan, terkadang menyenangkan, megharukan disana terdapat berbagai hal yang unik, didalam sebuah kehidupakan kita menemukan berbagai hal yang sangat luar biasa, kita menemukan berbagai makhluk yang berbada dengan kita, disana terdapat benda mati benda hidup yang semua elemen tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisah dengan sebuah kehidupaan.

Apakah arti sebuah kehidupan ini…………………………………………….

Ketika manusia terlahir dimuka bumi ini sebagai seorang bayi, dia terlihat sangat polos, namun disanalah titik balik kehidupan manusia.ketika kita terlahir kita belum bias merasakan arti sebuah kehidupan. Namun sebenarnya kita membawa sebuah misi penting didunia ini.

Hari demi hari seorang bayi mulai melakukan penyesuaian dengan habitatnya, dia mulai merasakan apa yang namanya hidup, seperti apa social-budaya, agama dan berbagai hal yang pada akhirnya habitat tersebut mampu membentuk karakter seseorang.

Orang yangh mampu hidup adalah mereka yang mampu mengendalikan elemen-elemen kehidupan disekitarnya.

Terkadang hidup ini terasa membosankan karena diri kita merasa tidak berguna, apakah benar kehidupan ini memang kejam, seperti disalah satu acara televise swasta kita tentang kejamnya dunia, ataukah yang kita tidak bias memanfaatkan keadaan seperti ini. Hidup sekarang semakin susah saja aku merasa tidak tega dengan segala bentuk keterpurukan yang akhir – akhir ini terjadi, seperti orang yang tidak bias makan dilumbung padi,ooooh sungguh berat kehidupan ini, banyak orang yang melakukan tidakan pintas, hanya untuk memenuhi kebutuhan ataukah nafsu semata ??????????????? mengapa semua ini terjadi pada bangsa ini, kebobrokan moral yang begitu parah tapi tidak ada orang yang mau menolongnya, tuhan mengapa engkau hanya berdiam saja apakah kamu sengaja membiarkan semua kekacauan ini, ataukah kamu sudah tidak dapat berbuat apa-apa,,,,ataukah ini takdirmu tas bangsa kami?????????? Sudah banyakkah dosa-dosa kami,,

Gambaran tersebut mungkin sebagai bentuk kepsrahan terhadap situasi yang saat ini terjadi.

Apakah Langkahqu mampu Merubah sebuah Harapan

.............................